Senin, 11 April 2016

Untitled

Pertemuan itu bukanlah sebuah kebetulan
Situasi dan kondisi bukan juga sebuah alasan
Dia datang hanya dari sebuah tatapan
Dalam malam di ruang penuh kesedihan

Menatap wajahnya dari cahaya di kegelapan
Terlihat senyumnya entah untuk siapa
Posisi anehnya membuat heran
Namun belum sanggup hati untuk menyapa

Itu awal dari semua cerita
Tak disangka kini sudah tak lagi sama
Bukan bermaksud untuk berubah
Ku pikir rasa tak lagi ada

Ya, yakini semua tak ada yang salah
Hanya waktu membuat kita mungkin menjadi lelah
Rasa rindu bercampur masalah
Membuat semuanya mudah berubah

Di satu hari terasa kelam
Mendengar berita merusak suasana
Ku pikir sebelum datangnya malam
Membutuhkan perhatian dia yang ada disana

Terlambat, ku rasa memang berubah
Mungkin karena aku yang terlalu arogan
Menahan dia untuk tetap cinta
Tapi kondisi membuat dia lupa akan senyuman

Seseorang datang seperti halnya aku datang
Datang disaat dia butuh tertawa
Kini hanya bisa melihatnya riang
Namun bukan karena aku yang jadi alasannya

Beberapa waktu merasa harusnya aku bertahan
Mungkin iya sakit menahan rasa beban
Hanya demi tak melepas dia begitu saja
Tapi yang ada memang semua sudah berbeda

Perlahan tapi pasti, hari demi hari
Merasa diri ini sudah tidak pada tempatnya
Ada yang lain berada tepat di posisi
Menggantikan ku yang dulu ada disana

Mungkin ini waktunya membuka ruang
Menutup asa kembali memilikinya
Mencari hati serta peluang
Untuk kembali merasa adanya cinta

Bukan berarti aku putus asa
Bukan juga merasa tak pantas
Tapi mungkin emosi sudah sangat merasa
Merasa hati ini tak lagi punya jalan pintas

Dia bilang tetap sayang
Bebas sebenarnya untuk siapa
Tapi setidaknya itu membuat ku melayang
Yang jelas itu hanya bak fatamorgana

Lanjutkanlah kebahagian mu
Aku disini bukan lelah untuk menanti
Tapi sudah merasa hati tak lagi bertemu
Kini saatnya aku tau diri

Sumpah ini bukan puisi
Hanya berusaha bermain rima
Mencoba ungkapkan isi hati
Berharap hati bisa kembali bersama

Terimakasih irene novianti wijayaputri
2 tahun itu bukan sebentar
Hari demi hari membagi hati
Kini saatnya dunia kembali berputar